Selasa, 18 Oktober 2011

perempuan

Perempuan itu dari kata per-empu-an. Dengan kata dasar "empu" yang artinya "yang memiliki" atau pemilik. Perempuan diartikan sebagai sesosok makhluk Tuhan paling sexy (kata Mulan Jameela), dan aku setuju dengan si mulan kwok itu.

Perempuan itu indah. Indah bentuknya, indah pula sikap dan kasih sayangnya. Dalam spiritual Jawa, perempuan itu disimbolkan sebagai orang yang sakti. Di jaman peperangan Jawa dulu kala, para lelaki berperang memakai keris yang sudah diberi mantra-mantra super-duper sakti. Tapi ketika ujung keris itu diusap dengan ujung kain batik oleh perempuan maka mantra-mantra itu hilang seketika.

Perempuan memang tidak memiliki kapasitas sama seperti lelaki. Tapi bukan berarti perempuan itu lemah di segala aspek. Perempuan justru kuat di bidangnya sendiri. Dia itu penyayang, tahan banting dan penyabar, dan para lelaki harus mengakui itu. Perempuan lah yang paling berperan terhadap kecerdasan, tingkah laku, dan kemajuan  bangsa.

Sepanjang pengamatanku,,, memang perempuan sering dianggap lemah dari segi fisik,, tapi kenyataannya banyak perempuan yang mampu menangkis semua tuduhan itu. Banyak perempuan yang sukses.

Seyogyanya sebagai perempuan jangan lantas sembunyi di ketiak laki-laki. Menyeberang saja tidak bisa, parkir motor saja tidak bisa, ke toko aja ga berani, dll. Memang lelaki diciptakan untuk melindungi perempuan, tapi janganlah terlalu merepotkan lelaki. Lelaki kan urusannya banyak. Jadi hendaklah saling mengerti. Lelaki akan bangga dengan perempuannya yang mandiri.

Yang menjadi catatan penting di sini adalah : kemandirian perempuan itu janganlah kelewat batas. Perempuan sebaiknya tidak mengungguli kekuasaan lelaki dalam konsep rumah tangga (suami-istri). Karena bagaimanapun juga kepemimpinan ada di tangan lelaki, dan perempuan wajib mengikutinya sepanjang dalam koridor kebenaran.

Jadilah perempuan yang tangguh..!! Tunjukkan kepada dunia kalau perempuan itu hebat. Dan tetaplah ingat untuk menempatkan posisi sesuai porsinya.

Selasa, 11 Oktober 2011

dolar kanada vs rupiah

Berawal dari kakak iparku yang pulang dari Kanada. Dia membawa banyak cokelat untukku, boneka berang-berang, dan juga termometer suvenir. Dia berikan pula beberapa koin dan uang kertas dolar. Dia berpesan padaku. "Itu dolarnya gag boleh kelipat lhoh, apalagi lecek. Ntar ga bisa buat beli or ditukarin rupiah juga jadi ga bisa".

Wahhhh,,,,sebesar itu penghargaan terhadap mata uang sebagai alat tukar... Truss,,,aku berpikir, aku harus beli dompet baru nih,,yang panjang,, yang muat bwt nyimpen uang dengan rapi.

Dari pengalaman itulah aku berniat untuk memperlakukan SEMUA UANGKU dengan keadaan rapi. Aku ingin setiap orang yang menerima uang dariku mempunyai kesan bahwa uang-uang dariku selalu rapi. Dari situ aku juga berharap dia akan berlaku sama sepertiku terhadap uang-uangnya. Aku ingin seluruh rakyat Indonesia menghargai rupiahnya dengan memperlakukannya secara baik, rapi, dan bersih. Malu donk,,,kalau kita udah cantik dan ganteng,, tapi uangnya pada kumal-kumal semua... HHiiiiiii,,,,,,,....ilang cakepnya deh...

Makanya aku paling benci dengan anak-anak sekolah atau siapa pun lah orangnya yang ketika dia menerima uang kembaliannya dalam keadaan baru, "anyar,, gresssss, fresh from the dompete bapakne" trus dengan sengaja mereka injek-injek baru buat bayar es atau siomay. Pas kutanya mereka bilangnya, "aku gag rela mbak penjualnya nrima uang baru,, makanya tak bikin lecek dulu hehehehehe......."

Ya elaaahhh,,, nak,,,coba kalian pikirkan sebaliknya. Kalau kalian yg trima uang lecek mau gag? Lebih pilih mana uang lecek apa uang baru yang rapi?? Walaupun nilainya sama,, tapi berbeda kondisinya. Mereka cuma diemmmm.... Ya sudahlah, itu terserah kalian. Aku hanya ingin kita mencintai dan menghargai uang kita. Orang yang rapi dalam segala hal jauh lebih memberikan manfaat bagi lingkungannya dan dirinya sendiri (quote dariku).

Kuharap temen-temen juga bisa mengikuti perlakuanku terhadap uang kita.

Minggu, 09 Oktober 2011

menjemput cinta itu mudah

holaaaa,,,,,kita ketemu lagi.. Kali ini aku mo berbagi pengalaman yang fantastis, menakjubkan, dan sangat-sangat exciting lah pokoke (menurutku..:p)

Kalau cerita biasa itu hikmahnya di belakang, tapi ceritaku ini kesimpulannya yang kubocorkan dulu,, biar temen-temen semakin tertarik menikmati detailnya nanti.

Ini tentang masa sekolahku yang bisa kuanggap subagai suatu masa yang tidak ada di ingatanku. Ketika semua orang menceritakan masa sekolahnya, aku justru lupa dulu pas sekolah aku ngapain aja. Apa mungkin waktu itu aku hilang ingatan atau apa aku ga tau pasti. Yang aku pahami sekarang bahwa aku tidak menyadari detik demi detik waktu yang kulewati semasa sekolah.

Setiap hari aku memikirkan besok pagi pelajaran apa ya? Liburan mau ngapain ya? Mau masuk kuliah di mana ya? dan lain-lain. Akibatnya justru aku tidak menikmati momen-momen saat berada dalam fase pencapaian itu sendiri.

Penyebab lain, kukira aku terlalu banyak ter-racuni pikiran oleh anak laki-laki, karena memang kebanyakan anak perempuan rumahnya jauh dari rumahku. Aku menjadi punya anggapan bahwa menangis itu tidak boleh, manja itu dilarang, harus bisa mengerjakan PR sendiri, harus bisa menyelesaikan masalahku sendiri, tidak boleh  mengecewakan orang lain, tidak boleh jajan, tidak boleh terlalu sering beli baju (tapi malah mborong sepatu,,hehehehe), tidak boleh menggunakan perasaan waktu memutuskan tapi semua harus berdasarkan kinerja otak dan berbasis untung rugi, dan tidak boleh tidak boleh yang lainnya.
Padahal jika dipikir semua itu (pikiran laki-laki dan perempuan) ada baiknya jika ditempatkan pada porsi dan posisi yang tepat dan saling melengkapi

Yang paling membekas di otakku sampai kuliah yaitu semua urusan harus diputuskan menurut kinerja pikiran. Memang baik, tapi kadang kala perlu diimbangi dengan fleksibilitas pada keadaan force majeur. 
Aku dulu berkembang menjadi seorang anak yang perfeksionis. Semua harus sesuai rencana, meleset sedikitpun tidak boleh. Ketika rencana gagal, aku marah.

Ternyata selama kuliah, justru yang sering terjadi keadaan-keadaan yang terpaksa membuatku marah atau force majeur (dlam kitabku sendiri). Aku kalah telak terhadap keadaan. Ternyata semua tidak bisa dipaksakan sesuai rencana 100%. Aku belajar sangat banyak dari hal ini.

Seiring tumbuhnya fleksibilitas dalam pemikiranku, hatiku, dan sikapku juga menyesuaikan. Aku berangsur banyak tersenyum, menyempatkan banyak waktu untuk sekedar travelling dengan teman-teman, bertingkah konyol, dan usil.

Aku serasa terlahir kembali. Aku melihat dunia ini patut diberi senyuman setiap hari. Aku memanjakan diriku, dalam artian aku merdeka terhadap kehendakku sendiri, tanpa intervensi. Jika pengen makan, ya langsung makan, pas pengen jalan-jalan ya langsung jalan, dll. Aku mulai bisa berkompromi dengan adanya option B, option C, dst. Tidak lagi harus sesuai rencana 100%. Toh ada cara lain, jadi tidak perlu memaksakan.

Ketika aku menikmati hidupku,,, energi positifku memancar ke sekelilingku. Siapa pun yang berinteraksi denganku pasti ikut tertawa, merasa dmai, nyaman, senang, dan ceria. Mungkin ini lah yang sering dikatakan oleh ahli-ahli motivasi tentang hukum timbal balik alam. Ketika enrgi positif yang kita keluarkan, positif juga yang kita terima, begitu sebaliknya.

Saat ini aku sedang menerima energi posistif itu. Cinta ada di mana-mana. Teman, sahabat, orang tua, dan kolega. Dan secara tak disangka, ada beberapa orang yang menawarkan cintanya untukku. What...??? berbarengan.. Aku tidak ambil semuanya, aku masih ingin sendiri.

Ternyata masiiiiihhh saja pihak lain yang menawarkannya. Hufft,,,aku menyerah,, aku menerima salah satu. Dan sampai saat ini aku masih bersama cintaku. Menikmati indahnya hidup. Menikmati berbagi.

Kami juga menikmati berbagi dengan orang yang kurang beruntung. Senyum mereka adalah kebahagiaan. Indahnya berbagi dengan sesama. Kekasihku mengajarkannya.

Rabu, 05 Oktober 2011

sphere of soul is coming

hai,,,,salam kenal kawan-kawan semua.. Blog ini merupakan tempat yang tepat untuk berbagi pengalaman jiwa, hati, dan pikiran sehingga dalam perjalanannya nanti diharapkan masukan-masukannya yah..