alasan-alasan yang paling terngiang jika PNS di daerah yang biaya pegawai di atas 50% APBD :
1. PNS itu menurutku seperti membebani pemerintah karena gajinya berasal dari pemerintah. Dan kebanyakan pemda sekarang kewalahan untuk menggaji pegawainya.Terus,,mau digaji pake apa? Kalau daerah yang surplus sih ga masalah ya..
2. PNS itu menurutku seperti menghambat pembangunan. Seharusnya sudah disiapkan alokasi untuk pembangunan, tapi kalo jatahnya itu diserobot untuk menggaji PNS lalu gimana? pembangunan tersendat dong,, gag lancar,, gag maju-maju daerahnya.
3. PNS itu menurutku menjadi penyebab bertambahnya utang pemda. Misalnya APBD adalah 100%, tapi untuk belanja gaji pegawainya 120%,,, terus yang 20% itu dari utang kan?? Bayar utangnya pake apa? APBD gag mungkin,,, kan udah habis. Pakai uangnya bupati?
4. PNS itu menurutku menjadi penyebab pemerintah bangkrut. Soalnya pemerintah cuma jalan di tempat, gag bisa lakukan pembangunan, gag bisa bayar utang, gag bisa biayai masyarakatnya.
Itu hanya sebagian kecil saja alasan kenapa gag suka PNS. Tapi setelah dipikir lagi,,,APBD sebenarnya bisa dimaksimalkan untuk rakyat sehingga PNS tidak kujadikan sebagai kambing hitam. Tapi kenyataannya banyak APBD yang dikorupsi para pelaku kepentingan (kepala daerah, DPRD, perangkat dinas, dan PNS lainnya). Ahhh,,, jadi lingkaran tak berujung tentang segala kerumitan bangsaku ini...
Makanya,, cita-citaku pengen usaha mandiri aja, biar gag khawatir digaji oleh siapa. Aku dapat gaji ya dari usahaku sendiri. Seberapa pun hasilnya disyukuri, karena bisa mendidik seseorang untuk menghargai segala hal. Kalau diberi hasil yang banyak ya alahamdulilah, kalau hasilnya buaaaannnyaakkk buanget ya alhamdulilah banget,,, dan jangn lupa sisihkan untuk pihak-pihak yang berhak dan kurang mampu.
Minggu, 23 September 2012
Senin, 17 September 2012
ketakutan-ketakutan yang tidak seharusnya
Ini sudah masuk bulan ke-7 kehamilan, berarti tinggal sebentar lagi untuk menghadapi persalinan. Aku tidak takut dengan persalinan itu sendiri, walaupun ini yang pertama bagiku. Yang aku takutkan hanya,,,,,,
1. kalau aku tidak cukup punya waktu membeli perlengkapan si kecil
2. kalau aku tidak cukup punya perhatian kepada si ayah dan si kecil
3. kalau setelah kelahiran, terjadi penolakan dari si ayah terhadap bunda si kecil karena badannya tidak seperti dulu sebelum hamil
4. kalau seandainya terjadi kekecewaan besar dari sang kakek terhadap ayah si kecil karena keputusannya memilih menjadi bos untuk menjalankan usahanya sendiri (berhenti dari pekerjaan lama sebagai karyawan)
5. Kalau setelah kelahiran belum juga mendapatkan tempat yang layak untuk perkembangan dan pertumbuhan si kecil
hufffttt,,,,tapi apa pun itu,,, kan semuanya masih dalam perkiraanku saja, belum benar-benar terjadi. Yah,,,,seandainya terjadi pun,,, setidaknya aku sudah siapkan mentalku menjalaninya. Besok akan ada si kecil, aku yakin dengan keberadaannya itu mampu meredam semua gejolak yang menjadi daftar ketakutanku itu...
Selain itu, aku juga yakin Allah sudah menyiapkan jalan terbaik untukku.
1. kalau aku tidak cukup punya waktu membeli perlengkapan si kecil
2. kalau aku tidak cukup punya perhatian kepada si ayah dan si kecil
3. kalau setelah kelahiran, terjadi penolakan dari si ayah terhadap bunda si kecil karena badannya tidak seperti dulu sebelum hamil
4. kalau seandainya terjadi kekecewaan besar dari sang kakek terhadap ayah si kecil karena keputusannya memilih menjadi bos untuk menjalankan usahanya sendiri (berhenti dari pekerjaan lama sebagai karyawan)
5. Kalau setelah kelahiran belum juga mendapatkan tempat yang layak untuk perkembangan dan pertumbuhan si kecil
hufffttt,,,,tapi apa pun itu,,, kan semuanya masih dalam perkiraanku saja, belum benar-benar terjadi. Yah,,,,seandainya terjadi pun,,, setidaknya aku sudah siapkan mentalku menjalaninya. Besok akan ada si kecil, aku yakin dengan keberadaannya itu mampu meredam semua gejolak yang menjadi daftar ketakutanku itu...
Selain itu, aku juga yakin Allah sudah menyiapkan jalan terbaik untukku.
Langganan:
Postingan (Atom)