Berawal dari kakak iparku yang pulang dari Kanada. Dia membawa banyak cokelat untukku, boneka berang-berang, dan juga termometer suvenir. Dia berikan pula beberapa koin dan uang kertas dolar. Dia berpesan padaku. "Itu dolarnya gag boleh kelipat lhoh, apalagi lecek. Ntar ga bisa buat beli or ditukarin rupiah juga jadi ga bisa".
Wahhhh,,,,sebesar itu penghargaan terhadap mata uang sebagai alat tukar... Truss,,,aku berpikir, aku harus beli dompet baru nih,,yang panjang,, yang muat bwt nyimpen uang dengan rapi.
Dari pengalaman itulah aku berniat untuk memperlakukan SEMUA UANGKU dengan keadaan rapi. Aku ingin setiap orang yang menerima uang dariku mempunyai kesan bahwa uang-uang dariku selalu rapi. Dari situ aku juga berharap dia akan berlaku sama sepertiku terhadap uang-uangnya. Aku ingin seluruh rakyat Indonesia menghargai rupiahnya dengan memperlakukannya secara baik, rapi, dan bersih. Malu donk,,,kalau kita udah cantik dan ganteng,, tapi uangnya pada kumal-kumal semua... HHiiiiiii,,,,,,,....ilang cakepnya deh...
Makanya aku paling benci dengan anak-anak sekolah atau siapa pun lah orangnya yang ketika dia menerima uang kembaliannya dalam keadaan baru, "anyar,, gresssss, fresh from the dompete bapakne" trus dengan sengaja mereka injek-injek baru buat bayar es atau siomay. Pas kutanya mereka bilangnya, "aku gag rela mbak penjualnya nrima uang baru,, makanya tak bikin lecek dulu hehehehehe......."
Ya elaaahhh,,, nak,,,coba kalian pikirkan sebaliknya. Kalau kalian yg trima uang lecek mau gag? Lebih pilih mana uang lecek apa uang baru yang rapi?? Walaupun nilainya sama,, tapi berbeda kondisinya. Mereka cuma diemmmm.... Ya sudahlah, itu terserah kalian. Aku hanya ingin kita mencintai dan menghargai uang kita. Orang yang rapi dalam segala hal jauh lebih memberikan manfaat bagi lingkungannya dan dirinya sendiri (quote dariku).
Kuharap temen-temen juga bisa mengikuti perlakuanku terhadap uang kita.
Banyak hal simpel yang di Indonesia belum dibiasakan, ya salah satunya itu soal memperlakukan uang, juga soal mendahulukan penyeberang jalan, membuang sampah, merokok di tempat umum dansebagainya.. terlalu banyak untuk di tulis. yang terbaik adalah, mulai membiasakan diri dengan hal yang benar dan tertib..
BalasHapuswaaahh...bijaksana bener nih ayangku...hmmm pasti besok aku jg bakal diperlakukan dan dirawat dengan rapi juga..hehehehe...semoga :)
BalasHapusterima kasih atas tanggapan, komentar, dan harapan dari Mz Rahma dan semuanya.. Memang betul apa yang dikatakan Mz Heru tentang hal-hal sepele tapi berdampak cukup signifikan jika kita lakukan dengan konsisten.
BalasHapus